Friday, September 12, 2014

Puisi

Dialah Kesatria Putih

Oleh
Sanusi Afandi

Dialah kesatria putih
Yang selalu tampil sebagai pahlawan
Yang selalu mengatasnamakan kebenaran
Dan dialah yang kini menjadi pendamping hidupmu

Mungkin akulah kesatria hitam
Yang selalu datang sebagai pecundang
Pemberontak bodoh yang selalu dipersilahkan
Dan kini aku hanya sebagai korban kekalahan

Tuhan maha adil
Tuhan akan memperlihatkan
Sisi hitam sang kesatria putih
Sisi hitam sang kesatria putih


"Puisi ini dapat ditujukan sebagai kritik sosial bagi para pihak manapun yang senang mengumbar janji dan tidak memiliki kekuatan komitmen. Juga bisa dikaitkan dengan hati hati yang sedang tunaasmara. mencintai sosok yang bersama sosok lainnya. by.Sanusi Afandi"

Thursday, September 11, 2014

12 P.M

Di terik yang setia pada rerumput dan tatanan paving. Juga dinginnya kepedulian pada sekitar yang kian menebal. Beberapa dari kami, memunculkan sosok di tengah mereka. kami memunculkan tentang apa dan siapa kami. Juga sesekali, tentang sindiran maupun sentilan pada semesta sekitar kami.

Tak mudah,

Membuat mereka mengerti tentang tingkah kami. Sinis juga cibiran sering terdengar dari bibir-bibir mereka. menganggap kami iseng bahkan gila. Membuat mereka tertarik untuk menengok kami, selalu tak mudah.

12 p.m

Menyuguhkan diri kami, menunjukkan pada semesta tentang kami. Tepat di teriknya mentari. Menghibur, mungkin juga sengaja untuk di caci. Berkomitmen pada apa yang telah dibicarakan bersama. lalu menghambur pada semesta dengan janji juga hati.

Malang terik ini.


Salam budaya,


Teater Lingkar